Udah lama ternyata nggak nulis jurnal di MP. Sebenarnya banyak draft di hp, juga di MP. Tulisan-tulisan yang setengah jadi. Tapi selalu aja ada alasan untuk tidak mempostingnya.
Sekarang, bumil ini sedang memasuki bulan ketiga masa kehamilan. Tapi, satu yang jadi ganjalan, Saya kok nggak gendut-gendut ya?? Pernah salah satu mbak kantor bilang gini: "Kamu kok masih langsing sih?" Huwaa..jadi nggak pede. Memang si, kehamilan pada tiap orang berbeda-beda. Ada yang pas hamil langsung menggendut, ada juga yang tetep kurus dan langsing, perutnya aja yang membesar. Sempat cemas-cemas gimanaa gitu. Apalagi mbak-mbak yang sama usia kehamilannya di kantor, udah mulai keliatan lebih berisi.
Tapi kecemasan itu menghilang, pas check terakhir ke dokter. Ternyata, bb naik 1 kilo. Dan pas di USG, Alhamdulillah, si Dedek sehat di dalam sana. Perkembangannya sesuai umur. Dan lagi semangat koprol, jungkir-balik, muter-muter di dalam perut. Biarpun belum bisa dirasakan sama bundanya. Eh tapi, tensinya rendah. Kata mbak perawatnya, tensi Ibu hamil memang rata-rata rendah. Nah, kalo 90/70, itu termasuk rendahkah? Makanya dikasih obat yang berbeda dari sebelumnya sama Bu Dok, yang harganya lumayan mahal. Check kemarin itu, sempat bikin syok juga, haha. Bayar 2x lipat dari bulan lalu, karena obat penambah kalsium itu.
Trus, curhat yang lainnya lagi. Lusa otu, saya sekeluarga mau mudik. Sekeluarga itu artinya saya + suami. Dan saya galau menjelang mudik. Pasalnya, selama ini saya sering banget teler, ngedrop. Rasanya teler itu? Kayak orang lagi kena thypus. Badan panas, dan nggak berdaya buat ngapa-ngapain. Maunya tiduran aja. Kalau di rumah, biasanya saya atasi dengan tiduran berjam-jam. kalau di kantor, mau nggak mau harus saya tahan sampai jam pulang kantor. kadang numpang teler di mushola kantor. Lemas berlebihan, itu normal nggak sih buk?
Nah, karena besok pas mudik saya cuma berdua sama suami. Dan kami harus melewati perjalanan kurang lebih 12 jam (kalau lancar), saya takut aja tiba-tiba teler di jalan. Suami si bilang, kalau saya nggak kuat, istirahat aja di belakang. Tapi masa iya saya biarkan suami nyetir sendiri? lagian, dia paling nggak bisa ditinggal tidur. Dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, kalau saya tidur, atau ketiduran, bangunnya pasti menemukan kami sedang berhenti di tepi jalan, dalam keadaan tidur dua-duanya. hadeuuuh
Satu lagi. Sepertinya saya harus siap sedia kantong kresek. Takutnya nanti hoek-hoek di jalan
Mudik, sebenarnya momen yang paling ditunggu-tunggu. Mengingat sudah sejak 2 minggu yang lalu saya nangis-nangis di telepon minta pulang. Pengen dimanja dan dirawat sama orang tua *dasar anak manja! Tapi membayangkan proses mudiknya... udah keder duluan. Ya Allah, sehatkanlah kami besok. Itu doa saya
Fuuh...
udahan ah curhatnya
_bumi galau di pagi hari_
Sekarang, bumil ini sedang memasuki bulan ketiga masa kehamilan. Tapi, satu yang jadi ganjalan, Saya kok nggak gendut-gendut ya?? Pernah salah satu mbak kantor bilang gini: "Kamu kok masih langsing sih?" Huwaa..jadi nggak pede. Memang si, kehamilan pada tiap orang berbeda-beda. Ada yang pas hamil langsung menggendut, ada juga yang tetep kurus dan langsing, perutnya aja yang membesar. Sempat cemas-cemas gimanaa gitu. Apalagi mbak-mbak yang sama usia kehamilannya di kantor, udah mulai keliatan lebih berisi.
Tapi kecemasan itu menghilang, pas check terakhir ke dokter. Ternyata, bb naik 1 kilo. Dan pas di USG, Alhamdulillah, si Dedek sehat di dalam sana. Perkembangannya sesuai umur. Dan lagi semangat koprol, jungkir-balik, muter-muter di dalam perut. Biarpun belum bisa dirasakan sama bundanya. Eh tapi, tensinya rendah. Kata mbak perawatnya, tensi Ibu hamil memang rata-rata rendah. Nah, kalo 90/70, itu termasuk rendahkah? Makanya dikasih obat yang berbeda dari sebelumnya sama Bu Dok, yang harganya lumayan mahal. Check kemarin itu, sempat bikin syok juga, haha. Bayar 2x lipat dari bulan lalu, karena obat penambah kalsium itu.
Trus, curhat yang lainnya lagi. Lusa otu, saya sekeluarga mau mudik. Sekeluarga itu artinya saya + suami. Dan saya galau menjelang mudik. Pasalnya, selama ini saya sering banget teler, ngedrop. Rasanya teler itu? Kayak orang lagi kena thypus. Badan panas, dan nggak berdaya buat ngapa-ngapain. Maunya tiduran aja. Kalau di rumah, biasanya saya atasi dengan tiduran berjam-jam. kalau di kantor, mau nggak mau harus saya tahan sampai jam pulang kantor. kadang numpang teler di mushola kantor. Lemas berlebihan, itu normal nggak sih buk?
Nah, karena besok pas mudik saya cuma berdua sama suami. Dan kami harus melewati perjalanan kurang lebih 12 jam (kalau lancar), saya takut aja tiba-tiba teler di jalan. Suami si bilang, kalau saya nggak kuat, istirahat aja di belakang. Tapi masa iya saya biarkan suami nyetir sendiri? lagian, dia paling nggak bisa ditinggal tidur. Dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, kalau saya tidur, atau ketiduran, bangunnya pasti menemukan kami sedang berhenti di tepi jalan, dalam keadaan tidur dua-duanya. hadeuuuh
Satu lagi. Sepertinya saya harus siap sedia kantong kresek. Takutnya nanti hoek-hoek di jalan
Mudik, sebenarnya momen yang paling ditunggu-tunggu. Mengingat sudah sejak 2 minggu yang lalu saya nangis-nangis di telepon minta pulang. Pengen dimanja dan dirawat sama orang tua *dasar anak manja! Tapi membayangkan proses mudiknya... udah keder duluan. Ya Allah, sehatkanlah kami besok. Itu doa saya
Fuuh...
udahan ah curhatnya
_bumi galau di pagi hari_








