Sabtu, 30 Mei 2009
Pertimbangan-pertimbangan
Beberapa kali sebenarnya.
Tapi,setiap kali keinginan itu muncul, ada rasa sayang dalam hati.
Sayang akan semua yang selama ini sudah ditulis,
sayang akan kerja kerasku ketika menulis sesuatu yang (agak) serius,
sayang karena semua yang ada di sini suatu hari nanti akan jadi kenangan
Kenangan manis, kenangan pahit, kenangan mengharukan, menyedihkan, memalukan mungkin..
Dan MP adalah peti harta karun penyimpan kenangan itu.
Tapi, sebenarnya, yang paling aku sayangkan dan tak ingin kulepas adalah kebersamaan dg kalian semua
Walaupun maya,tapi kalian sudah kuanggap sebagai sahabat2 terbaikku.
Dan aku tidak ingin kehilangan kalian.
Pertimbangan itu, selalu jadi titik henti, dimana aku terpaksa mengerem keinginanku untuk hengkang dr MP.
Dan aku menjadi tidak berdaya karena kalian..
Rabu, 27 Mei 2009
Its Beautiful....
Pagi ini, menikmati keindahan yang ada...
Subhanallah..
aku hanya bisa terdiam
Betapa keindahan itu bisa kita temukan di mana-mana
dan aku lebih memilih menikmatinya dalam sunyi
Dia ada di sana
di suatu tempat
di dalam hati manusia
Indahnya...
Bila kita saling berbagi
Indahnya...
Bila kita saling menyayangi
Indahnya...
Bila kita saling mengerti
Keindahan itu,
kunikmati dengan senyuman
Jadi, walaupun pagi ini tak secerah biasa,
tak apa kan kalau kubilang,
"Pagi yang indah..."
We Are Sisters
2006-2008
Kami berempat selalu bersama.
Susah, senang, canda, tawa..
Ya, mereka adalah saudariku.
Mereka jugalah yang jadi sahabat pertamaku di sini.
Kiri atas (kacamata): Novi
Kanan atas : Andiah
Kiri bawah : Rosa
Kanan bawah (kacamata) : Anggi
Teman-teman satu kos yang selalu setia. Sayang, menjelang kenaikan tingkat 3, Anggi harus pindah ke rumah tantenya.
Sampai kapanpun, saudariku, kalian akan selalu ada di hati.......
Selasa, 26 Mei 2009
Untitled
Tidak bisa.
Kalau sudah bangun pagi tidak bisa tidur lagi.
Tapi kepala ini rasanya pusing.
Padahal semalam sudah tidur (cukup),tapi kenapa pagi ini...
Semakin dipaksa semakin pusing.
Tapi berdiri pun rasanya berputar2.
What should i do?
*maaf,postingan g penting..Bingung mau ngapain
Dia yang selalu setia...
Dia di sana
menanti dengan setia
tidak satu atau dua jam
tidak hanya sehari dua hari
tapi mungkin sudah berhari-hari
Ya
atau berbulan-bulan
atau bertahun-tahun?
Ah,entahlah
yang jelas dia akan selalu di sana
hingga yang dinantinya tiba
dan dia bisa memeluknya mesra
hari ini pun dia masih di sana
dan hatinya masih juga setia
untuk yang kesekian kali
tidak berubah sejak pertama kali
di pintu rumah itu dia berdiri
di pintu rumah itu harapnya menyepi
dan bisakah kau dengar bisikan itu?
Dari dia yang selalu setia padamu
"Pulang Nak,Ibu rindu..."
Minggu, 24 Mei 2009
Senyum ^_^
Akhirnya ada juga keceriaan setelah dimana-mana kubaca kesedihan dan kesuraman
Sekarang semua sedang bahagia
Alhamdulillah kalau seperti itu
Semoga senyuman itu tak cepat pudar
Ayo tersenyum saudaraku
Hidup ini tidak mudah...
Tapi mungkin kau bisa sedikit meringankannya dengan senyuman
^____________^
Jumat, 22 Mei 2009
Ini loh, Dandelion itu...
Sedikit kesimpulan dari saya di paragraf paling akhir...
Silahkan berpusing ria
Description
The leaves are 5–25 cm long or longer, simple and basal, entire or lobed, forming a rosette above the central taproot. The flower heads are yellow to orange colored, and are open in the daytime but closed at night. The heads are borne singly on a hollow stem (scape) which rises 4–75 cm above the leaves and exudes a milky sap (latex) when broken. A rosette may produce several flowering stems at a time. The flower heads are 2–5 cm in diameter and consists entirely of ray florets. The flower heads mature into a spherical "clocks" (also known as a "wishie") containing many single-seeded fruits called achenes. Each achene is attached to a pappus of fine hairs, which enable wind-aided dispersal over long distances.
The flower head is surrounded by bracts (sometimes mistakenly called sepals) in two series. The inner bracts are erect until the seeds mature, then flex downward to allow the seeds to disperse; the outer bracts are always reflexed downward. Some species drop the "parachute" from the achenes; the hair-like parachutes are called pappus, and they are modified sepals. Between the pappus and the achene, there is a stalk called a beak, which elongates as the fruit matures. The beak breaks off from the achene quite easily, separating the seed from the parachute.
Dandelion leaves are believed to have a diuretic effect as they increase salt and water excretion from the kidneys.
Seed dispersal
A number of species of Taraxacum are regarded as seed dispersed weeds or ruderals, especially the Common dandelion (T. officinale), which has been introduced over much of the temperate world as a lawn weed. After pollination and flowering is finished, the dandelion flower dries out for a day or two and then the seed-bearing parachutes expand and lift out of the dried flower head. The dried part of the flower drops off and the parachute ball opens into a full sphere. The parachute drops off when the seed strikes an obstacle. Often dandelions are observed growing in crevices near a wall; when the blowing fruits hit the wall, the feathery pappi comes off, dropping the dandelion seeds to the base of the wall or into a crevice. After the seed is released, the parachutes lose their feathered structure and take on a fuzzy, cotton-like appearance, often called "dandelion snow".
Dandelions are used as food plants by the larvae of some species of Lepidoptera (butterflies and moths). See List of Lepidoptera that feed on dandelions.
Away from their native regions, some dandelion species have become established in the Americas, Australia, and New Zealand, and are now common throughout all temperate regions, Taraxacum officinale has become a nearly world wide weed.
False dandelions

Dandelions are so similar to catsears (Hypochaeris) that catsears are also known as "false dandelions". Both plants carry similar flowers which form into windborne seeds. However, dandelion flowers are borne singly on unbranched, hairless and leafless, hollow stems, while catsear flowering stems are branched, solid and carry bracts. Both plants have a basal rosette of leaves and a central taproot. However, the leaves of dandelions are smooth or glabrous, whereas those of catsears are coarsely hairy.
Other plants with superficially similar flowers include hawkweeds (Hieracium) and hawksbeards (Crepis). These are both readily distinguished by their branched flowering stems which are usually hairy and bear leaves.
Dandelion, atau yang di Indonesia sering disebut dengan bunga rumput, masuk ke dalam famili Asteraceae. Ternyata, masih punya hubungan famili dengan bunga Aster, Daisy, dan Bunga Matahari.
Penyebaran tanaman ini melalui perantara angin atau manusia (biasanya orang suka meniupnya, dan kemudian beterbanganlah benihnya). Menurut bacaan di atas, benih bunga ini akan terbang, dan terbang, sampai menemukan rintangan, lalu jatuh ke tanah. Jadi, banyak bunga ini yang kemudian tumbuh di dekat dinding (mungkin juga pohon, atau semacamnya... atau, kalau anginnya berhenti bertiup, dia bakal jatuh kali ya?
Tanaman Dandelion tidak bercabang. Jadi, dalam satu batang hanya ada satu bunga. Kesalahan yang sering terjadi adalah, ketika kita menemukan bunga yang mirip dengan bunga ini di tepi jalan, lantas kita menyebutnya Bunga Dandelion hanya karena benihnya beterbangan setelah kita tiup. Belum tentu. Lihat dulu batangnya, bercabang atau tidak. Kalau tidak, itulah Dandelion.
YUPS! Thats All!
Terimakasih buat yang sudah sudi membacanya. Lebih berterima kasih lagi kalau ada yang mau bantu translate
Oia, kalau ada kesalahan, tolong dikoreksi yaaa...

