Hari yang melelahkan.
Aku dan seorang teman hari ini pergi ke Book Fair,Senayan.Berangkat sebelum dzuhur,pulang setelah maghrib.
Pulang tadi kami naik angkot.Sopirnya mas2,kelihatannya lebih tua dari kami.Di angkot itu ada seorang remaja laki-laki yg sedang nongkrong.Usianya mungkin sepantaran adik laki2ku yg sekarang kelas 1 SMA.
Lihatlah penampilannya:
kaos oblong,celana longgar selutut,anting di telinga,gelang-gelang di tangan,dan sebatang rokok.
Sepanjang perjalanan,si sopir&remaja itu mengobrol,suaranya keras.Sesekali meneriaki teman2 mereka sesama tukang angkot atau orang yg nongkrong di tepi jalan:
"Hooi,lu!"
"Hei,kardus!"
"Eh,gue minta air dong!"
"Aa!Narik a'?"
Aku hanya bisa geleng-geleng kepala.Heran.Mereka sangat..yah..
Lalu masuk seorang remaja lain.Dia lebih muda lagi,mungkin SMP.Dandanannya rapi.Rambut klimis,hampir basah.Di tangannya ada sebatang rokok.
Entah mau pergi kemana malam minggu seperti ini.
Setelah anak SMP ini turun,datanglah 2 anak laki2.Yang satu usia SMP,yang satu usia SD,sepertinya.Mereka bergelantungan di pintu angkot.Saat turun,sang sopir sempat berkata,
"M*mp*s lo"
Lagi2 aku hanya geleng-geleng kepala.
Mereka mengingatkanku pada adikku.
16 tahun Desember nanti
Puber
Remaja
Tapi dia lebih beruntung dari anak-anak tadi
Tidak perlu merasai kerasnya hidup di jalanan.
Dia bersekolah,sehari-hari berangkat naik motor,selalu dikhawatirkan kalau selewat maghrib belum pulang.
Adikku yang pendiam.
Adikku yang baik.
Paling tidak masih baik saat kepulangan terakhirku kemarin.
Bagaimana kabarmu?
*di tengah kepenatan malam ini