Hidup akan terasa indah bila kita bahagia. Bahagia itu datangnya dari hati. Hati yang bahagia adalah hati yang bebas, bebas tanpa beban.
Bagaimana jika kita bertindak seolah-olah hati kita tanpa beban??
Sebagai contoh, (Hey, ini hanya contoh lho ya?)
Andiah saat ini sedang tidak bahagia.
Kenapa?
Karena dia punya beban di hati.
Beban apa?
Beban biaya hidup sampai tanggal 1. Uang yang ada di kantong sedang minim.
Oleh karena itu,dia tidak bisa pulang kampung, karena biarpun uangnya cukup dipakai pulang, tidak ada pegangan nanti di jalan.
Oleh karena itu, dia tidak beli makan di luar. Karena makan di luar itu mahal.
Oleh karena itu, dia belum silaturahim ke rumah Mbah. Karena silaturahim perlu biaya. Biaya untuk membeli buah tangan.
Hey, itu hanya contoh.
Buktinya, kemarin dia masih bisa beli 2 cup es krim,katanya untuk menyenangkan diri.
Buktinya,semalam masih bisa makan sate padang.
Buktinya, tadi masih bisa ketawa-ketawa bareng *ff* dan v*
Hehehe :D
*by the way, makasih yaa buat oleh-olehnya..besok-besok kalau pulang kampung lagi, oleh-oleh lagi :p
Ngomong2, Andiah jadi ingin bersenandung lagunya D'Massive (bener ga tuh nulisnya?)
"Syukuri apa yang ada
hidup adalah anugerah
tetap jalani hidup ini
dan lakukan yang terbaik..."
Yup, yup!
Mari mensyukuri apa yang telah diberikan kepada kita..
Mari tersenyum..
Dan selamat menikmati hidup ^^v
*haah.. tulisan nggak jelas*
Tampilkan postingan dengan label semangaattt. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label semangaattt. Tampilkan semua postingan
Selasa, 27 Oktober 2009
Selasa, 30 Juni 2009
Loosing my self confidence : Harap-harap cemas pertemuan pertama...
Bismillahirrahmanirrahim....
Dari kemarin was-was juga memikirkan hal yang satu ini. Gelisah, antara senang jadwal ketemunya diundur, dengan cemas yang berkepanjangan karena batal bertemu hari ini berarti batal dapat kepastian.
Dari yang seharusnya ketemu Senin malam, diundur jadi Selasa malam, dan diundur lagi jadi hari ini..
Fiuuuh......
malah tambah gelisah...
Oke, oke, jadi ini adalah masalah pertemuan dengan dosen pembimbing..
Bapak, jangan ulur-ulur kami lagi...huhu...
Sebenarnya, dari lubuk hati yang terdalam, aku lega karena pertemuan kami diundur, tapi ya itu tadi, kapan dong kami dapat bimbingan?
Katanya si, si Bapak baik....
Semoga........
Dari kemarin was-was juga memikirkan hal yang satu ini. Gelisah, antara senang jadwal ketemunya diundur, dengan cemas yang berkepanjangan karena batal bertemu hari ini berarti batal dapat kepastian.
Dari yang seharusnya ketemu Senin malam, diundur jadi Selasa malam, dan diundur lagi jadi hari ini..
Fiuuuh......
malah tambah gelisah...
Oke, oke, jadi ini adalah masalah pertemuan dengan dosen pembimbing..
Bapak, jangan ulur-ulur kami lagi...huhu...
Sebenarnya, dari lubuk hati yang terdalam, aku lega karena pertemuan kami diundur, tapi ya itu tadi, kapan dong kami dapat bimbingan?
Katanya si, si Bapak baik....
Semoga........
Langganan:
Postingan (Atom)