Sebenarnya tidak tepat juga dikatakan satu per satu. Tidak jelas siapa lebih dulu dari siapa. Yang jelas, selama beberapa hari ini, banyak teman-teman yang kutemui jatuh sakit, termasuk aku sendiri.
Teman satu kelompok, teman satu kelas, teman MP, teman sms.
Waktu kemarin ke sekre, bertemu banyak orang, baru melihat ternyata bukan hanya aku yang jatuh sakit.
Apakah memang cuaca akhir-akhir ini tidak bersahabat ya? Panas, tapi panas yang membuat badan berasa sakit.
Atau, memang sekarang sedang musim orang sakit?
Atau, karena kita stres dengan outline? Kelelahan?
Mungkin.
Aku sendiri, dari kemarin2 dan kemarinnya lagi tidak pernah benar-benar fit. Sampai sekarang, suhu tubuh sering naik turun, sebentar demam, panas tinggi, sebentar normal. Jadi takut thypus.. (Semoga tidak ya Allah..)
Ayo teman-teman, semangat!
Sebentar lagi PKL. Berangkat sebelum subuh, sampai kos malam. Jangan sampai kita drop, kelelahan. Manfaatkan waktu santai sekarang ini untuk istirahat kalau perlu. Toh sekarang belum terlalu banyak agenda kecuali mengurus outline.
Jaga kesehatan, jaga ketahanan..
Be healthy!
Buat yang sedang sakit, syafakumullah.. Semoga menjadi penggugur dosa2 kita.. (jangan malah nambah dosa ya??Hehe..)
*pesan untuk diri sendiri juga!
Kamis, 09 Juli 2009
Bimbang...........
Jumat, 03 Juli 2009
Trauma - Nico - sakit
Pasca 2 malam semenjak tragedi yang menimpa kos kami, anak-anak kos masih dibayang-bayangi ketakutan. Semua anak mengunci kamar waktu tidur. Aku sendiri harus menepis rasa takutku kuat-kuat saat bangun tengah malam dan mengambil air wudlu, karena ketiduran sebelum sholat isya.
Padahal sebelumnya biasa-biasa saja. Bangun tengah malam pun tak masalah.
Tapi ini lain rasanya.
Pikiran-pikiran buruk berkelebatan saat aku keluar kamar. Ruang tengah gelap, pintu-pintu ditutup, dan aku dihinggapi ketakutan akan munculnya orang asing tak dikenal yang berniat jahat, atau terdengarnya suara-suara dari pintu belakang.
Kupikir, aku masih akan mengalaminya selama beberapa waktu ke depan.
Nico datang. Cukup menghibur kami dengan polah-tingkahnya. Mana ada anak umur 2,5 tahun yang baru mau tidur di atas jam 12 malam?
Diajak tidur susaaah sekali.
Diliatin neneknya, malah berpura-pura mengerjakan sesuatu. Dasar bocah! :D
Saat-saat seperti ini, sakit lagi. Kalau begini jadi kangen rumah....
Padahal outline juga belum tau nasibnya..
Jadi kegiatanku hanya baca komik Donald Bebek di kamar. Suka Superdooon..!! Hehehe :D
*aku,yang berharap bisa segera pulang..
Padahal sebelumnya biasa-biasa saja. Bangun tengah malam pun tak masalah.
Tapi ini lain rasanya.
Pikiran-pikiran buruk berkelebatan saat aku keluar kamar. Ruang tengah gelap, pintu-pintu ditutup, dan aku dihinggapi ketakutan akan munculnya orang asing tak dikenal yang berniat jahat, atau terdengarnya suara-suara dari pintu belakang.
Kupikir, aku masih akan mengalaminya selama beberapa waktu ke depan.
Nico datang. Cukup menghibur kami dengan polah-tingkahnya. Mana ada anak umur 2,5 tahun yang baru mau tidur di atas jam 12 malam?
Diajak tidur susaaah sekali.
Diliatin neneknya, malah berpura-pura mengerjakan sesuatu. Dasar bocah! :D
Saat-saat seperti ini, sakit lagi. Kalau begini jadi kangen rumah....
Padahal outline juga belum tau nasibnya..
Jadi kegiatanku hanya baca komik Donald Bebek di kamar. Suka Superdooon..!! Hehehe :D
*aku,yang berharap bisa segera pulang..
Rabu, 01 Juli 2009
Musibah
Dini hari tadi, sekitar jam setengah 4, seorang teman kos tiba2 masuk kamarku. Aku yang sedang lelap, terbangun karena isak dan kepanikannya.
"Ada apa?"
Temanku masih panik, semakin bertambah panik.
"Laptopku....Laptopku ilang!"
Hah!! Masih dalam kondisi terkejut karena bangun mendadak, aku langsung mengikutinya ke kamarnya.
"Tadi ada di situ...!" katanya sambil menunjukkan tempat dia biasa meletakkan laptop.
Benar saja, di sana sudah tidak ada laptop, di kamarnya dimanapun tidak ada. Hanya ada kabel charger dan mouse.
"Pintu belakang kebuka..Pas aku liat di kamar, aku baru sadar, ternyata laptopku ilang..." katanya lagi sambil masih terisak dan panik.
Seketika lemaslah persendianku..
Ya Allah..kami baru saja kemalingan!
Langsung kami bangunkan teman kos yang lain, dan tak lama timbul kehebohan kecil. Lalu datang seorang adik kos ikut bergabung.
" Kenapa Kak??"
" Laptop Mei ilang..diambil pencuri.."
Adik kosku itu tiba-tiba ikut panik, dan memintaku menemaninya kembali ke kamar. Dan tak lama kemudian..
" Huwaaaa!!! Laptop Ria juga ilaaang!!"
" Uang Ria yang di meja juga ilaang..!!"
Dan timbul kehebohan yang semakin besar. Semua terduduk, lemas. Yang kehilangan masih tampak terpukul. Menangis, terisak, telepon rumah.. Dan kami yang lain berusaha menenangkan..
Ya Allah....dua penghuni kos kami kehilangan laptopnya.. Kehilangan uang..
Ini jelas ada maling masuk..
" Bangunin mbak Ica..!" usul salah seorang dari kami (Mbak Ica adalah salah seorang anak Ibu kos kami). Mbak Ica kelihatan shock. Rumahnya kemalingan saat dia seorang diri di kos. Ibu sedang menginap di rumah mbak tertua, dua adiknya ikut. Tiga hari ini memang hanya ada dia yang menemani kami, anak-anak kos di rumah ini.
Kami berkumpul bersama. Berenam dengan mbak Ica, kami membicarakan kejadian yang baru saja terjadi. Kami sepakat berpendapat kalau maling itu sudah lama mengintai. Dan dia akhirnya beraksi saat tahu Ibu kos kami sedang pergi.
Saat itu, tiba2 aku ingin mengecek kamarku juga.
Dan benarlah...ternyata aku juga kehilangan sesuatu. Salah satu HPku hilang. HP yang satunya lagi selamat karena kutaruh di tempat tidur.
Lalu, adik kosku, Ria juga mengecek kembali barang2nya.
" Dompet Ria juga diambiiil!!"
Jadi, dini hari tadi, kami kehilangan 2 laptop, 1 HP, dompet, dan uang.
Walaupun begitu, aku masih sangat bersyukur..
Laptopku yang kuletakkan di atas meja masih berada di tempatnya, masih bertengger manis di atas sana saat aku terbangun.
Aku juga sangat bersyukur, kami semua selamat. Maling itu tidak melakukan apa-apa pada kami. Kami masih dilindungi..
Tidak terbayang bagaimana seandainya si maling membawa senjata tajam..
Tidak berani aku memikirkannya..
Sampai subuh tadi, semua sudah kembali tenang. Kami sudah ikhlas, meskipun aku tahu berat rasanya kehilangan. Kami bisa tertawa lagi. Apalagi Ria, yang memang suka heboh.
" Kakaak, temenin ke belakang.."
Aduuh..ni anak..
" Kamu diketawain malingnya kalo gitu, Ria. Kamu itu harusnya marah, bukan takut.." kata mbak Ica. Sepertinya beliau merasa bersalah. Anak-anak kos harus kehilangan saat hanya ada dia seorang diri di kos.
" Aku sekarang marah.." katanya lagi.
Mungkin ini peringatan Allah, agar kami senantiasa harus berhati-hati. Mungkin ini teguran, cobaan bagi kami. Dan pasti, ada hikmah di setiap peristiwa. Insya Allah..
Semoga, kami diberi kesabaran.
NB: Dompet Ria tak sengaja kutemukan waktu menemaninya ke belakang. Sepertinya, maling itu meninggalkannya di sana saat tahu tak ada uang di dalamnya. Dasar pencuri! Fiuuuh....semoga Allah memberimu hidayah..
link:
littesizt
"Ada apa?"
Temanku masih panik, semakin bertambah panik.
"Laptopku....Laptopku ilang!"
Hah!! Masih dalam kondisi terkejut karena bangun mendadak, aku langsung mengikutinya ke kamarnya.
"Tadi ada di situ...!" katanya sambil menunjukkan tempat dia biasa meletakkan laptop.
Benar saja, di sana sudah tidak ada laptop, di kamarnya dimanapun tidak ada. Hanya ada kabel charger dan mouse.
"Pintu belakang kebuka..Pas aku liat di kamar, aku baru sadar, ternyata laptopku ilang..." katanya lagi sambil masih terisak dan panik.
Seketika lemaslah persendianku..
Ya Allah..kami baru saja kemalingan!
Langsung kami bangunkan teman kos yang lain, dan tak lama timbul kehebohan kecil. Lalu datang seorang adik kos ikut bergabung.
" Kenapa Kak??"
" Laptop Mei ilang..diambil pencuri.."
Adik kosku itu tiba-tiba ikut panik, dan memintaku menemaninya kembali ke kamar. Dan tak lama kemudian..
" Huwaaaa!!! Laptop Ria juga ilaaang!!"
" Uang Ria yang di meja juga ilaang..!!"
Dan timbul kehebohan yang semakin besar. Semua terduduk, lemas. Yang kehilangan masih tampak terpukul. Menangis, terisak, telepon rumah.. Dan kami yang lain berusaha menenangkan..
Ya Allah....dua penghuni kos kami kehilangan laptopnya.. Kehilangan uang..
Ini jelas ada maling masuk..
" Bangunin mbak Ica..!" usul salah seorang dari kami (Mbak Ica adalah salah seorang anak Ibu kos kami). Mbak Ica kelihatan shock. Rumahnya kemalingan saat dia seorang diri di kos. Ibu sedang menginap di rumah mbak tertua, dua adiknya ikut. Tiga hari ini memang hanya ada dia yang menemani kami, anak-anak kos di rumah ini.
Kami berkumpul bersama. Berenam dengan mbak Ica, kami membicarakan kejadian yang baru saja terjadi. Kami sepakat berpendapat kalau maling itu sudah lama mengintai. Dan dia akhirnya beraksi saat tahu Ibu kos kami sedang pergi.
Saat itu, tiba2 aku ingin mengecek kamarku juga.
Dan benarlah...ternyata aku juga kehilangan sesuatu. Salah satu HPku hilang. HP yang satunya lagi selamat karena kutaruh di tempat tidur.
Lalu, adik kosku, Ria juga mengecek kembali barang2nya.
" Dompet Ria juga diambiiil!!"
Jadi, dini hari tadi, kami kehilangan 2 laptop, 1 HP, dompet, dan uang.
Walaupun begitu, aku masih sangat bersyukur..
Laptopku yang kuletakkan di atas meja masih berada di tempatnya, masih bertengger manis di atas sana saat aku terbangun.
Aku juga sangat bersyukur, kami semua selamat. Maling itu tidak melakukan apa-apa pada kami. Kami masih dilindungi..
Tidak terbayang bagaimana seandainya si maling membawa senjata tajam..
Tidak berani aku memikirkannya..
Sampai subuh tadi, semua sudah kembali tenang. Kami sudah ikhlas, meskipun aku tahu berat rasanya kehilangan. Kami bisa tertawa lagi. Apalagi Ria, yang memang suka heboh.
" Kakaak, temenin ke belakang.."
Aduuh..ni anak..
" Kamu diketawain malingnya kalo gitu, Ria. Kamu itu harusnya marah, bukan takut.." kata mbak Ica. Sepertinya beliau merasa bersalah. Anak-anak kos harus kehilangan saat hanya ada dia seorang diri di kos.
" Aku sekarang marah.." katanya lagi.
Mungkin ini peringatan Allah, agar kami senantiasa harus berhati-hati. Mungkin ini teguran, cobaan bagi kami. Dan pasti, ada hikmah di setiap peristiwa. Insya Allah..
Semoga, kami diberi kesabaran.
NB: Dompet Ria tak sengaja kutemukan waktu menemaninya ke belakang. Sepertinya, maling itu meninggalkannya di sana saat tahu tak ada uang di dalamnya. Dasar pencuri! Fiuuuh....semoga Allah memberimu hidayah..
link:
littesizt
Tunjuk Satu Bintang
Langganan:
Postingan (Atom)