Tampilkan postingan dengan label memori. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label memori. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Agustus 2009

Satu Rindu























Hujan kau ingatkan aku
Tentang satu rindu
Dimasa yang lalu
Saat mimpi masih indah bersamamu

Terbayang satu wajah
Penuh cinta penuh kasih
Terbayang satu wajah
Penuh dengan kehangatan
Kau ibu

Alloh izinkanlah aku
Bahagiakan dia
Meski dia telah jauh
Biarkanlah aku
Berarti untuk dirinya
Oh ibu

Terbayang satu wajah
Penuh cinta penuh kasih
Terbayang satu wajah
Penuh dengan kehangatan
Kau ibu

Terbayang satu wajah
Penuh cinta penuh kasih
Terbayang satu wajah
Penuh dengan kehangatan
Kau ibu oh ibu kau ibu
oh ibu

Hujan kau ingatkan aku
Tentang satu rindu
Dimasa yang lalu
Saat mimpi masih indah bersamamu
Kau ibu...


(Opick feat Amanda)


Minggu, 01 Februari 2009

Sebuah Kenangan Musim Hujan

Hari ini hujan lagi. Hujan,dan hujan dari semalam..Membuat siapa saja merasa malas (khususny aku!).
Alhamdulillah..hari ini kuliah pukul 11,jd pagi hari ini masih bisa santai sedikit (kayakny Andiah emang sll nyantai deh..)

Tadi sempet nongkrong di ruang tamu,nontonin jalan depan kos yg biasa dpake lalu lintas mahasiswa brgkt ke kampus.
Ganbatte!!
Melihat mereka dr balik gorden.
Berpayung2 ria,ada yg menggulung celana smpe lutut,pake sendal jepit,nenteng tas kresek yg isinya sepatu.. Aneh2 deh pokoknya penampilan mahasiswa STAN kalau musim hujan kyk gini.Bnyk improvisasi sana-sini.

Jadi teringat suatu kejadian waktu aku tingkat 2 (kalau g salah).
Waktu itu pas kuliah Allah memerintahkan malaikat Mikail untuk menurunkan hujan yg deras dsekitar kampus STAN.
Hujan pun mengguyur bumi dlm kapasitas tinggi selama beberapa saat.
Wah,jalan Kampus bakal banjir nih.
Dan benarlah saudara2..Waktu pulang,jalan Kampus banjir! Kira2 tinggi airnya sebetis.
Aku dan salah seorang teman kebingungan..What should we do?? Gmn dong pulangnya??
Sementara,anak2 yg lalu lalang,ada yg melangkah hati2 di tepian (posisi jalannya > rendah),ada juga yg nekat mengarungi banjir dadakan itu (nah,kalau yg nekat ini,udah pulang kuliah)

"Kita gmn nih?" tanyaku
"Gmn ya?"
"Udah,copot sepatu aja deh. Cuek aja!" kataku akhirnya. Daripada nggak pulang-pulang?

Akhirnya kami mencopot sepatu kami. Kembali berpandang-pandangan,yg kurang lebih artinya:
X:yakin?
A:yakin! Ayo pulang!
Lalu,dengan Pe De (ga jg si sebenernya..-_-) kami melangkah ke jalan itu. Sepatu ditenteng. Masih berkaos kaki (basah,basah deh!) & memakai rok.
Anehnya saat itu gda makhluk cewek lain selain kami berdua. Di mana-mana cuma cowok,dan mereka kan fleksibel,bisa menggulung celana. Lah kami? Ya,begitulah..

Pemandangan yg cukup menarik kan?

Kami melangkah dg agak lamban.Berat...pake rok dalam air..
Seinci demi seinci,akhirnya sampe juga di daerah bebas banjir.

Setelahnya,aku lupa. (Kayaknya,sepatu kembali aku pake deh..)
Dan dengan penampilan berantakan,basah sana-sini,aku melangkah dg hati riang,menyusuri jalan menuju kos tercinta..

Jumat, 26 Desember 2008

Sebuah Memori

Gelap masih bertahta.Pekat masih membayang di penjuru langit.Matahari masih bersembunyi di balik selimutnya,enggan menyapa dunia.Hari masih terlalu pagi.

Kulirik jam dinding di ruang tengah.Pukul 4 dini hari.
Bapak sdg duduk,membaca.
Beliau berkostum lengkap:peci,baju koko,sarung.

Sayup2 dr masjid dan mushola,suara orang mengaji.Subuh bLm jg menjelang.

Dingin mulai menggigit.Matahari semakin merapatkan selimutnya.Tetes2 air turun dari langit.Gerimis rupanya.

Lalu kulihat bapak bangkit.Payung siap di tangan.Beliau melangkahkan kaki dg mantap,tak terganggu sama skali dg gerimis yg semakin menderas.

Sayup2,lalu semakin lama semakin ramai,adzan mulai berkumandang di seantero kota...