Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Oktober 2010

Puisi Rindu (bukan untuk lomba :p)



Kukata rindu
..

Seperti sebaris sempurna lengkung pelangi
Yang sabar menanti hujan di penghujung hari
Sehingga kau merona, menyemburat merah di pipi

Kukata rindu..

Seperti bilah-bilah cahaya mentari
Yang jatuh berderap-derap di balik jendela tiap pagi
Sehingga kau tersenyum cerah menyongsong mimpi

Kukata rindu..

Mungkin juga seperti rintik hujan yang turun menyapa bumi
Memercik, mengalir
Membuat kau tersedu di sudut sepi


Kukata rindu..
Walau diam tak bersuara

Kukata rindu ..
Walau hening tak bicara

Kukata rindu..
Walau tiada rasa bermuara

dan…
 
Lirih syahdu
Meranggas membisu, sampai lidah ini kelu
Kukata rindu..








































Mungkinkah kau tau?

 


...

Jumat, 21 Mei 2010

Aku pulang...

Suatu kali aku berjanji padaMu,
tidak akan menempatkan cinta dunia di atas cintaku padaMu.


Suatu kali aku menadahkan tanganku,
dalam munajat-munajat cinta yang indah bersamaMu,
dalam derai air mata,
berharap Kau mendengar keluh kesah, harap, dan keinginanku.


Suatu kali aku begitu tekun beribadah kepadaMu,
menghadiri majelis-majelis ilmuMu,
membaca surat cintaMu,
menghafal ayat-ayatMu..


Suatu kali..

ya..

Suatu kali..



Robbi..
Masihkah diri ini pantas mengharap cinta dariMu,
saat cintaku tak lagi utuh kepadaMu?


Masihkah pantas aku memohonkan pinta padaMu,
saat malam-malam kusibuk terbuai dalam mimpi semu?


Masih layakkah ya Robb..
aku untuk kembali berharap dipandang olehMu,
sementara hari-hariku aku semakin berjalan jauh dariMu?


Robbi..
Aku ingin kembali..
Tertatih-tatih kaki ini melangkah mencari jalan pulang..
Robbi..
Aku hanya seorang wanita yang rapuh, aku terjatuh, dan kakiku susah berdiri
Bolehkah aku datang lagi seperti ini?
Bolehkah?
Kalau boleh, kupinta padaMu ya Robb..
Kuatkan langkah-langkah ini..
Teguhkan...
Agar aku bisa pulang..
kembali kepadaMu..






Senin, 17 Mei 2010

Setangkup rindu





suatu waktu
ada masa ketika hati
bicara tanpa mulut perlu setuju
dan dia bebas berlagu
tentang setangkup rinduku
pada rangkaian yang tak berbatas ruang dan waktu
pada hamparan yang luas seluas langit biru
pada kata yang berkelindan di pikiran yang buntu
dan aku rindu...



*rindu untuk berpuisi, rindu menulis, tapi tak pernah punya ide..

Kamis, 13 Mei 2010

...

Suatu kali..aku butuh kesendirian..
Menjauh..menyepi..mengasingkan diri...
and I'm being anonymous
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

.
.




















.
.
.
.
.
.
.


Sabtu, 05 Desember 2009

Puisi tanpa judul



Aku masih ingin melihatnya

bias mentari yang muncul di jendela rumahmu
setiap senja menjelma petang
dan ketika gelap memudar, berganti fajar yang benderang
lalu kita asyik bercengkrama, seperti dulu
sesekali menikmati suguhan yang kau sajikan


Masihkah bunga-bunga itu di sana?
merekah indah di bawah siraman cahaya senja?
atau mereka telah juga layu, mati, menunggumu yang tak kunjung kembali?


Aku selalu di sini,
di berandaku kini
menikmati senja datang silih berganti
sesekali melihat ke terasmu
mengamati rumpun mawar, melati, di halamanmu,
mengamati sisa-sisa jejak
yang kau tinggalkan di jalan setapak...





*ingin mendedikasikan puisi ini untuk banyak orang

Sabtu, 21 November 2009

Perempuan, hujan, senja

Perempuan itu suka menanti hujan

hujan yang datang bersamaan dengan datangnya senja

senja yang akhir-akhir ini senantiasa disambut sang hujan

hujan di antara senja

senja di antara hujan

dia suka hujan..

walau kadang hujan menelan keindahan senja

Biarlah...

senja datang setiap hari

tapi hujan datang hanya sekali-kali

dan perempuan itu kini kembali menikmati senja yang diselimuti hujan

"Bukan..." bisiknya

"Aku sedang menikmati hujan...."

"....hujan yang berselimut senja.."

*gambar dari sini

Senin, 21 September 2009

Merindu

Sudah berkali-kali aku bicara tentang rindu..
Entah, sampai jenuh aku mengejanya, satu demi satu..
Andai saja mampu, kan kutitip salam lewat hembus angin yang melintas dari pintu ke pintu
dan membiarkan rasa itu menyapa kalian syahdu
Aku merindu..
Biar, kutitipkan saja fatehah padaNya Yang Maha Tahu..
Semoga kalian dalam lindunganNya selalu..



Teruntuk saudara-saudaraku tercinta..

Minggu, 09 Agustus 2009

Ya Allah Seandainya..

Saya suka sekali dengan puisi yang ditulis oleh mbak Tazkiatunnafs di sini... jadi saya izin ngopy ke beliau.. Berikut puisinya..


Ya Allah…Seandainya telah engkau catatkan…dia milikku tercipta buatku…Satukanlah dan jagalah hatinya dengan hatiku…Titipkanlah kebahagian diantara kami…agar kemesraan itu abadi…

Dan ya Allah…ya tuhanku yang maha mengasihi…Seiringkanlah kami melayari hidup ini…Ketepian yang sejahtera dan abadi…

Tetapi ya Allah…Seandainya telah engkau takdirkan…dia bukan miliku…Bawalah ia jauh dari pandanganku…Luputkanlah ia dari ingatanku…Dan peliharalah aku dari kekecewaan…

Serta ya Allah ya tuhanku yang maha mengerti…Berikanlah aku kekuatan… Melontar bayangannya jauh ke dada langit…Hilang bersama senja nan merah…agar aku bahagia…Walaupun tanpa bersama dengannya…

Dan ya Allah yang tercinta. Gantillah yang telah hilang.Tumbuhkanlah kembali yang telah patah…Walaupun tidak sama dengan dirinya…

Ya Allah ya tuhanku…Pasrahkanlah aku dengan takdirmu…Sesungguhnya apa yang telah engkau takdirkan… Adalah yang terbaik buat ku… karena Engkau Maha Mengetahui… Segala yang terbaik buat hamba Mu ini..

Ya Allah…Cukuplah engkau saja yang menjadi pemeliharaku…Di dunia dan di akhirat…

Amin Allahhumma Amin


Minggu, 02 Agustus 2009

Rumahku, Rumah Cinta...




Merentang masa
membias selaksa nuansa
ada warna yang menyapa
di bentangan cakrawala

Di tepi sungai persaudaraan
di antara rumpun ilalang
Rumah cinta, kubilang..
dindingnya dianyam dengan kasih sayang
berhias sulaman keceriaan
yang hangat oleh pendar perhatian

Rumah cinta, kubilang..
tempat ku merenda asa
menyulam cita
merajut mimpi untuk jadi nyata
di sini seribu angan bertaut sapa
menjalin peristiwa
menjadi rangkaian penuh makna

Rumah cinta, kubilang..
tempat ku meluahkan rasa
mengungkap suka
membuncah canda
menjelma tawa
walau sesekali duka melanda, tapi pahitnya tak kurasa

antara maya dan realita
ucap dan kata
berbenturan tak tentu rimba
jangan ada dusta
jangan ada prasangka
karena rumah ini, rumah cinta..



*dalam rangka menyambut MILAD pertama MP tercinta beberapa hari lagi ^_^



gambar dari sini

Kamis, 30 Juli 2009

Puisi Perjalanan






Alunan sang bayu...

Aku terpapar rindu...
Rndu yang bisu..
rindu yang gagu..

kutulis ia dalam tinta ungu
kusematkan dalam surat biru
lalu kugantungkan di langit yang kelabu

sebelum hari membeku
dan dinginnya menusuk kalbu
mematikan rasa yang syahdu

sebelum senja merayu
dan bulan tersenyum malu
dari balik awan yang sendu

lalu.....
rinduku membatu
kaku
terasa kelu..





*puisi perjalanan....saat inspirasi muncul di sela-sela kemacetan pagi ini...

gambar dari sini

Sabtu, 20 Juni 2009

Berhenti bicara "aku"!

aku memarahi diri sendiri..

lihatlah dirimu, sudah berapa lama kau membicarakan diri sendiri?
Sejak dulu, kemarin, sampai hari ini..
Masih saja kau membicarakannya
Aku sedih…
Aku kecewa…
Aku marah…
Aku..
Aku..
Aku..
Dan aku lagi..


Berhenti bicara aku!
buka matamu..
Sekarang lihatlah di luar sana..
Kau tidak sendiri
Ada dia dan mereka..
ada orang-orang selain “aku”
Tidakkah engkau tahu itu?

Ah, aku tertunduk malu..













                                                                                              *tentang diri sendiri

Kamis, 21 Mei 2009

Dandelion




Dandelionku terbang tertiup angin
melayang-layang
ringan tanpa beban
melintasi padang
meliuk,menukik,naik,mengambang
di antara ilalang

suatu kali aku ingin seperti itu
bebas
enyah semua beban
hilang
dan aku terbang..
Seperti dandelion...

Sabtu, 11 April 2009

Ringan saja... ^_^




biarkan ia mengalir

seperti air
izinkan ia berhembus
laksana angin
dalam pikiran
yang entah berakhir dimana
tak perlu kau paksa
karena sekali ia hadir
kau mungkin akan kehabisan kata
untuk mengungkap yang kau punya
rasakan saja
kadang kita belum mampu mengungkap makna
kadang mereka tampak seperti bualan belaka
tapi hatilah yang bicara
dan kau pun akan semakin percaya
bahwa hati adalah sumbernya
dan bahkan dalam ruang hampa
kau bisa merasakan keindahan itu bersenyawa


*aku,yang masih terus belajar

Minggu, 05 April 2009

Hujan yang lain..

Terhempas!

Jatuh!

Hujan yang biasanya kurindukan,hanya membuatku kedinginan.Gemetar.Ingin berlari dan pergi.Aku takut.Kilat menyambar-nyambar tiada henti!Gemuruh di langit.Kelam.Angin menderu-deru.Kalut.Hujan menderas,membiaskan tetes air yang keluar dari mata.


Dalam hujan..
Sepi.....







Sendiri.....







Menyesak!






Dingin.........







Aku tergugu....





terjatuh.......

ceriaku ditikam nestapa



tawaku berderai air mata



senyumku pelengkap lara



bahagiaku dirundung duka



cahayaku tertutup gulita



harapku membayang putus asa



impianku terangkai kecewa



semangatku kehilangan daya



adaku dibalut maya



suaraku ditelan hampa





























aku terjatuh.....