Setiap orang pasti pernah merasa tertekan dengan pekerjaannya. Dan ya, itulah yang baru saja saya alami. Merasa tertekan. Bukan, sama sekali bukan dengan atasan, atau teman-teman, tapi lebih ke pekerjaan itu sendiri. Jadi, tadi sore, saya sedang merasa lelah dan jenuh. Dan sepertinya sudah tak tertahankan, jadi saya mengungsikan diri ke toilet daripada meneteskan air mata di ruangan dan jadi perhatian semua orang. Toilet sedang kosong. Dan saya sedang berusaha untuk menenangkan diri dengan mondar-madir, dan curhat ke suami via BBM. Tapi, belum apa-apa, mata sudah mulai berkaca-kaca. Dalam pikiran saya, gawat kalau sampai ada orang masuk. Dan benarlah, ada seseoarang masuk. Saya langsung memosisikan diri menghadap ke arah jendela yang berpemandangan luar gedung, membelakangi pintu masuk. Tapi...
"Andiah! Eh, bla bla bla... "
Ups! Ternyata yang baru masuk adalah mbak-mbak satu ruangan. Dan dia bertanya tentang ini dan itu. Mau tidak mau, saya harus menghadapinya juga dong. Dan akhirnya sambil malu-malu saya berbalik.
"Bentar, bentar mbak, lagi nangis.. heheheh," kata saya sambil buru-buru menyusut air mata.
"Oh, oh, maap.. Nggak papa. Ya udah ntar aja," katanya sambil masuk ke dalam toilet (yang ada klosetnya maksudnya)
Setelah mbak itu pergi, akhirnya saya memutuskan untuk masuk ke salah satu toilet yang mati lampu (biar nggak kepergok orang lagi). Jarang sekali orang mau pake toilet itu karena gelap. Saya duduk di kloset, dan melanjutkan sesi curhat ke suami. Dan yah, wanita, semakin curhat, semakin deras air mata yang mengucur (lebaaaayyy :p). Jadi, saya diam-diaman di dalam toilet, sambil dinasehatin suami lewat hp.
Tak lama kemudiaan, seseorang masuk. Sebut saja mbak A. Dia langsung masuk ke toilet satunya (ada 2 toilet di sini, satunya ya yang mati lampu). Saya diam. Tak lama, dia keluar. Masih cuci tangan dan mematut diri di cermin depan wastafel sepertinya. Lalu masuklah mbak kedua, mbak B.
Mbak A: "Haaii.."
Mbak B: "Eeh, mbak A"
Mbak A: "Eh, kata Andiah, bajuku ini sama kayak bajumu yaa.."
Mbak B: "Eh iya. Waktu itu kan belinya bareng sama Andiah, bla bla bla..."
Hihihi. Geli juga menguping pembicaraan yang menyebutkan naman kita di dalamnya
Mbak A: "Eeh, aku duluan yaa.."
Mbak B: "Iya mbak"
Dan masuklah mbak B ke dalam toilet.
Sebenernya pengen keluar, tapi pasti nanti mbak B kaget. Jadi ya sudahlah, di dalam dulu.
Ada orang baru masuk. Mbak C
Mbak C: "Andiaaaahhh!!" (ternyata, mbak C itu mbak pertama yang memergokiku di awal tadi)
Mbak B: "Andiah nggak adaaa"
Mbak C: "Ini siapaa?"
Mbak B: "Beeee..!"
Mbak C: "Liat Andiah nggaak?"
Mbak B: "Enggaak.."
Mbak C: "Ooh, ya udah deh.."
dan mbak C pun keluar.
Masih menunggu dengan berdebar di dalam toilet, Sudah tidak menangis. Hanya geli. Tapi mata pasti masih merah. Jadi belum berani keluar.
Dan akhirnya, mbak B keluar juga. Dia cuci tangan sebentar, lalu segera keluar.
Amaaaaannn...
Dan saya pun pelan-pelan keluar dari tempat persembunyian
Nggak lagi-lagi deeh. Hehehee....
*picture taken from here
